Dr Waina

ku bukan sasterawan, bukan karyawan bukan jua wartawan tapi ku ingin berkarya di saat ku terdaya

Ibu

Suatu ketika, seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Menjelang diturunkan, dia bertanya kepada Tuhan;

 

“Para malaikat di sini mengatakan bahawa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tapi bagaimana caranya untuk saya hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah?” si bayi berkata.

 

Tuhan menjawab:
“Aku telah memilih satu malaikat untukmu,ia akan menjaga dan mengasihimu.”

“Tapi di syurga, apa yang saya lakukan adalah menyanyi dan ketawa, ini sudah memadai bagi saya untuk bahgia” demikian kata si bayi.

Tuhan pun menjawab:
“Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia.”

Si bayi pun bertanya lagi:
“Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada-Mu?”

Sekali lagi Tuhan menjawab:
“Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa.”

Si bayi pun masih belum puas, dia bertanya lagi:
“Saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?”

Dengan penuh kesabaran Tuhan pun menjawab:
“Malaikatmu akan melindungimu dengan taruhan jiwanya sekalipun”

Si bayi tetap belum puas, lalu melanjutkan pertanyaannya lagi:
“Tapi saya akan bersedih kerana tidak dapat melihat Engkau lagi.”

Dan Tuhan pun menjawab:
“Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku. Dan akan mengajarkan bagaimana kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku sentiasa berada di sisimu.”

Saat itu syurga begitu tenangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan si bayi dengan suara lirik bertanya:
“Tuhan..jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku siapakah nama malaikat di rumahku nanti?”

Tuhan pun menjawab:
“Kamu dapat memanggil malaikatmu……’IBU’….”

 

 


“Kenanglah ibu yang selalu menyayangimu..
Untuk ibu yang selalu menitiskan airmata tatkala melihat engkau pergi..
Ingatlah engkau, ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu…
Ingatkah engkau ketika jemari ibumu mengusap lembut kepalamu..?
Dan ingatkah engkau ketika airmata ibumu menitis ketika melihat engkau sakit..?
Sesekali jenguklah ibumu di rumah tempat engkau dilahirkan..
Kembali dan mohonlah maaf kepada ibumu yang selalu merindukan akan senyumanmu..
Jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan engkau rindukan di masa datang….
Ketika ibu telah tiada…
Tak ada lagi yang berdiri menyambutmu didepan pintu..
Tak ada lagi senyuman yang indah…
Tanda bahagia..
Yang ada hanyalah kamar kosong yang tiada penghuninya..
Yang ada hanyalah baju yang digantung dialmari kamarnya..
Tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang menitiskan airmata mendoakanmu disetiap hembusan nafasnya..
Kembalilah segera..
Peluklah ibumu..
Yang selalu menyayangimu..
Ciumlah kaki ibu yang selalu merindumu..
Dan berikanlah yang terbaik diakhir hayatnya..
Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya…

 

 

 

 

 

 

 

 

September 18, 2008 - Posted by | Cerita .:Bed Time Stories:. |

1 Comment »

  1. i love my mum……she is do only one…

    Comment by csakura82 | September 18, 2008


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: