Dr Waina

ku bukan sasterawan, bukan karyawan bukan jua wartawan tapi ku ingin berkarya di saat ku terdaya

[J]elingan [A]yah

Kisah ini terjadi sewaktu aku kanak-kanak dahulu…..
Ayah aku suka memberi amaran padaku dengan menjeling garang jika aku membuat sesuatu yang tidak disukainya. Contohnya, jika ke kedai, kalau aku mengambil gula-gula, dia akan menjeling padaku bermakna aku disuruh letakkan semula gula-gula itu ke tempatnya semula.

Suatu hari,aku mengikut ayah ke surau untuk solat maghrib.Ketika sedang rukuk, aku melihat kain pelikat tok imam tersepit di celah punggungnya. Aku yang ‘konon’nya ingin membantu, terus menarik kain yang tersepit itu. Ayahku yang sedang solat terus memberi jelingannya padaku. Aku pun faham maksudnya itu, lalu terus memasukkan semula kain pelikat tok imam itu semula ke celah punggung tok imam tadi.

Apalagi,melatah lah tok imam tadi.

Habis satu jemaah batal solat mereka kerana turut terkejut dengan latahan tok imam tadi. Ayahku yang bermuka merah padam menahan malu dan marah mengheret aku balik ke rumah. Malam tu, berbirat punggung aku dirotannya.

Moral : Jangan memandai nak masukkan kain ke celah punggung tok imam

           (^_^)

nie bukan kisah pengalaman saya tapi saya copy dari laman web www.halaqah.net

 

 

 

October 7, 2008 - Posted by | Laughter is the Best Medicine.:Gelak Ketawa:. |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: