Dr Waina

ku bukan sasterawan, bukan karyawan bukan jua wartawan tapi ku ingin berkarya di saat ku terdaya

RenungaN:: [panggilan]::

Panggilan Untuk Renungan

 

Saat itu, Dhuha, hari terakhir aku di Masjid Nabawi untuk menuju Mekah……. .

aku bertanya pada Ibu. ‘Ibu, ceritakanlah kisah yang menarik dari Umrah….’  Maklum, ini pertama kali aku melaksanakan Umrah dan ibu, memberikan Tausyiahnya.


Ibu berkata. ‘Shinta, Allah hanya memanggil kita
3 kali saja seumur hidup..’ Keningku berkerut…. ….

‘Sedikit sekali Allah memanggil kita..?’ Ibu tersenyum..

‘Iya, tahukah kamu  3 panggilan itu..?’

Saya menggelengkan kepala.

       
  

‘Panggilan pertama adalah Azan, ujar Ibu.

‘Itu adalah panggilan Allah yang pertama. Panggilan ini sangat jelas terdengar di telinga kita, sangat kuat terdengar. Ketika kita solat, sesungguhnya kita menjawab panggilan Allah. Tetapi Allah masih fleksibel, Dia tidak ‘cepat marah’ akan sikap kita. Kadang kita terlambat, bahkan tidak solat sama sekali karena malas. Allah tidak marah seketika. Dia masih memberikan rahmatNya, masih memberikan kebahagiaan bagi umatNya, baik umatNya itu menjawab panggilan Azan-Nya atau tidak. Allah hanya akan membalas umatNya ketika hari Kiamat nanti’.

 

Saya terpegun, mata saya berkaca-kaca. Terbayang saya masih melambatkan solat kerana meeting lah, mengajar lah, dan lain lain. Masya Allah……. ..

 

 

Ibu melanjutkan, ‘Shinta, ….
‘Panggilan yang kedua’, adalah panggilan Umrah/Haji.

Panggilan ini bersifat halus. Allah memanggil hamba-hambaNya dengan panggilan yang halus dan sifatnya ‘bergiliran’ . Hamba yang satu mendapatkan kesempatan yang berbeza dengan hamba yang lain.  Jalannya bermacam-macam. Yang tidak punya wang menjadi punya wang, yang tidak merancang pula akan pergi, ada yang memang merancang dan terkabul. Ketika kita mengambil niat Haji / Umrah, berpakaian Ihram dan melafazkan ‘Labaik Allahuma Labaik/ Umrotan’, sesungguhnya saat itu kita menjawab panggilan Allah yang ke 2. Saat itu kita merasa bahagia, kerana panggilan Allah sudah kita jawab, meskipun panggilan itu halus sekali. Allah berkata, laksanakan Haji / Umrah bagi yang mampu’.

 

Mata saya semakin berkaca-kaca. ……..Subhanaallah. saya datang menjawab panggilan Allah lebih cepat dari yang saya rancangkan.. ……Alhamdulillah…

Panggilan ke-3′, lanjut Ibu, ‘adalah KEMATIAN.

Panggilan yang kita jawab dengan amal kita. Pada kebanyakan hal, Allah tidak memberikan tanda tanda secara langsung, dan kita tidak mampu menjawab dengan lisan dan gerakan. Kita hanya menjawabnya dengan amal soleh.

 

Karena itu Shinta, manfaatkan waktumu sebaik-baiknya. ..

Jawablah 3 panggilan Allah dengan hatimu dan sikap yang Husnul Khotimah…. …….Insya Allah syurga adalah balasannya.. ….’

 

 

Mata saya basah di dalam Masjid Nabawi , saya sujud bertaubat pada Allah karena kelalaian saya dalam menjawab panggilanNya. ….Kala itu hati saya makin yakin akan kebesaranNya, kasih sayangNya dan dengan semangat menyala-nyala, saya mengenakan baju Ihram dan berniat….. …..Aku menjawab panggilan UmrahMu, ya Allah, Tuhan Semesta Alam…….. ….

October 22, 2008 - Posted by | Tazkirah .:Read and Think:. | , ,

1 Comment »

  1. aku terpanggil untuk menjadi daie’ Nya di muka bumi ni, mampukah aku

    Comment by csakura82 | October 22, 2008


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: